“Mama sudah siap?” tanya Nabila, begitu melihat mamanya muncul dari dalam rumah, tampak sudah siap dengan gaun malam dan make up nya.. “Papa mana? Sudah hampir jam tujuh.” Nabila mengangat kepala, memperhatikan benda yang menggantung di salah satu dinding ruang tengah. Seharusnya Sultan datang sebentar lagi, batin Nabila. Wanita itu melirik Kansa. Lihat saja nanti, Kansa. Nabila membatin. “Baru telepon di belakang.” Mendengar jawaban sang mama, Nabila mengembalikan fokus mata pada wanita tersebut. Kepalanya mengangguk. "Kenapa? Kamu tidak suka memakai gaun itu?" tanya Nabila ketika melihat Kansa bergerak tidak nyaman. Kansa jujur mengangguk. "Ini terlalu sempit, Kak." "Kak? Siapa yang mau jadi kakakmu?" Sepasang mata Nabila langsung membesar. "Jangan pernah memanggilku seperti itu la