Nura's POV Ucapannya kali ini makin membuatku tercekat. Pikiranku langsung traveling ke beberapa kemungkinan. Seperti yang terjadi dalam beberapa cerita online yang k****a di sela waktu luangku. Aku harus menebusnya dengan urusan ranjang. "Kalau kamu mau dengan pemberianku, besok ikut saya keluar kota selama dua hari." Aku masih terdiam sejenak kemudian kembali berkata, "Orang-orang kantor akan mencurigai saya, Pak." "Besok pagi kamu bisa izin tidak masuk kerja dengan alasan menunggu ibumu yang sakit. Nanti akan saya jemput di rumahmu jam delapan pagi." Tanpa berpikir lagi aku mengangguk. Otak kotorku tidak bisa berpikir panjang. Selain mendapatkan kemudahan dengan cara apapun. Apalagi ditambah dengan kekalutan pikiran karena memikirkan Ilham. Pak Rony juga bukan pria yang buruk rup