Betapa terkejutnya Zivaa ketika dia masuk ke dalam unit apartement pemberian Shaka untuk dia tempati, ternyata pria itu sudah ada di dalam. Zivaa pikir Shaka masih sibuk di kantornya karena tidak ada kabar setelah sore tadi. "Loh, Mas? Kapan sampai?" tanya Zivaa sambil melepas sepatu dan menaruh kunci mobilnya di meja bersama tas kerjanya kemudian menghampiri sang kekasih yang usianya terpaut jauh darinya itu. Duduk di sebelah Shaka, Zivaa melihat wajah pria dewasa itu berbeda dari biasanya. Tidak semangat dan ada sesuatu yang dia sembunyikan dari balik senyum terpaksanya. Mata Zivaa menatap meja yang ada di depannya, tidak ada makanan atau minuman. Itu berarti Shaka baru tiba atau memang dia tidak berniat untuk makan dan minum. "Kamu mau minum, Mas?" tanya Zivaa menawarkan. Tapi, saat