EXTRA PART. ARKA 15

825 Kata

Tiba di lantai bawah. Dara menatap Adwina dengan perasaan campur aduk. Malu, takut, cemas. Tapi, senyum, dan tatapan lembut Adwina, seketika membuat semua perasaan itu sirna. Berganti dengan rasa lega. Dara juga lega, karena yang tersisa di rumah hanya kedua orang tuanya beserta, nenek, dan kakeknya. Ia tidak tahu, kalau tadi malam yang lain sudah pulang. Keluarga Devira pulang ke rumah mertuanya. Keluarga Arya pulang bersama ke rumah Malik, ayahnya. Zul sekeluarga, pulang ke rumahnya sendiri. Mereka sholat di musholla. Ridwan yang mengimami sholat mereka. Setelah itu, para pria mengobrol di ruang tengah. Para wanita menuju dapur. "Kalau masih lelah, Dara istirahat saja, biar Amimu yang masak dibantu bibik," ujar Adwina lembut. "Tidak apa, Nenek. Setelah sarapan saja aku istirahat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN