Dara mengerang perlahan, saat gelenyar aneh merambati seluruh tubuhnya. Tanpa sadar, punggungnya terangkat, merespon sentuhan lembut, dan basah di ujung dadanya. Tanpa sadar juga, karena matanya masih terpejam, ia masih tertidur, pinggulnya terangkat. Kedua telapak kakinya berpijak pada kasur. Kedua pahanya terbuka lebar, merespon sentuhan lincah di daerah sensitifnya. Dara kembali mengerang, kepalanya mendongak. "Dara.... " bisikan halus yang kemudia disertai sebuah doa di telinga, membangunkan Dara dari tidurnya. Dara membuka mata, wajah Arka begitu dekat dengan wajahnya. Tatapan Arka sulit ia artikan, namun menggetarkan perasaannya. Bibir Arka mengulum bibir Dara lembut. Lidahnya menyusup disela kedua bibir Dara. Mengajak menari lidah Dara di dalam sana. Sementara, satu tangan

