Rencana untuk minta pencuci mulut bibir Dara, tinggal rencana. Rumah Dara yang masih ramai, membuat Arka, dan Dara tidak punya kesempatan untuk berdua saja. Sungkan juga bagi Arka untuk menarik Dara masuk kamar, sedang yang lain asik bercengkrama. Namun, kesempatan itu akhirnya datang juga. Setelah selesai sholat isya, dan makan malam. Mereka bisa masuk kamar, untuk beristirahat. Saat Dara masuk ke dalam kamar, Arka sudah melepas pakaiannya. Ia sengaja hanya mengenakan sarung saja. Siap tempur untuk malam pertama. "Paman, kenapa tidak pakai baju!" protes Dara, ia menutupkan telapak tangan ke sisi wajahnya, agar tidak perlu melihat Arka. Dara melepaskan jilbabnya, lalu ia menuju lemari, ingin mengambil pakaian ganti. Ia, menutup pintu lemari, setelah mengambil pakaian. Namun sepasang

