Setelah mandi, Arka, dan Dara pergi ke rumah Arka, untuk bertemu keluarga Arka, sebelum mereka semua pulang ke Banjarbaru. Rumah masih ramai, karena ada Raka, Tari, Soleh, Cantika, Asma, Revano, Aska, Asifa, dan Asila. "Setelah kami bubar jalan, Paman Arka, dan Acil Dara bisa tinggal di sini nih. Bibik, dan Mamang diberi cuti saja dulu, Paman. Biar bisa mesra-mesraannya di semua ruangan. Dapur di goyang, ruang makan di.... " "Aska! Ya Allah, Bie! Anakmu ini kenapa m***m sekali!" "Ya, mau bagaimana lagi, dia putra kita, ya mewarisi sifat kita berdua pastinya," jawab Soleh santai saja. "Iih, Bie, kenapa bicara begitu? Malu tahu!" "Abba benar tuh. Anak itukan cerminan orang tuanya, Amma," Aska membela Abbanya, karena tadi Soleh sudah membelanya. "Awas ya, Bie!" Ancam Cantika. "Awas ap

