Perasaan Aneh

1100 Kata
Selena terbangun dari tidurnya, kepalanya masih terasa berat namun matanya sudah tidak sanggup untuk menutup kembali, efek obat biusnya sudah habis. Dia terpaku pada ruangan yang dia tempati saat ini. Kamar yang sangat mewah baginya. Kasur empuk berbahan busa berkualitas tinggi yang super nyaman dan lembut, dekorasi ruangan yang elegan dengan nuansa romantis berwarna silver berpadu gold dan mint di beberapa aksesoris ruangan. Selena mulai bangkit dari tempat tidurnya dan mulai melangkah menyisir kamar itu. "Kamar ini bukan selera Nick." Selena bergumam sendiri sambil melihat sekeliling kamar itu. Dia terdiam di depan cermin besar yang setinggi badannya. "Apa aku sangat berubah? apa aku sangat berbeda." Selena bergumam sekali lagi kali ini sambil menghadap cermin, dia melihat dengan serius pada wajahnya. Dia merasa tidak ada perbedaan signifikan pada wajahnya, yang membedakan hanya model rambut saja yang sekarang lebih dewasa, tidak ada poni menyamping lagi yang menghalangi jidat sexynya. "Aku memang bodoh, aku yakin dia bukan Nick, dia tidak mungkin tidak mengenaliku, wanita yang dia tinggalkan dengan kejam." Selena menatap sendu wajahnya di cermin, nasibnya dulu memamg sangat buruk. Tok! Tok! Tok! Bunyi ketukan pintu membuyarkan pikirannya. Selena sedikit panik, jantungnya mendadak berdetak cepat. "Apa mungkin itu Nick." Selena segera membuka pintu kamarnya. Dan itu bukan Nickolas. "Hai jalang." seorang wanita sedikit tomboy dengan rambut ala pria dan setelan sexy mengenakan tanktop dan celana jeans ketat menyapa Selena dengan sangat tidak ramah. Selena terdiam. "Well, perkenalkan aku Vallery, kau bisa memangilku madam Vey dan kau di bawah arahanku." "Maksudmu?" "Kau pura-pura polos apa tidak tahu?! kau hanya jalang pilihan Pak Boss musim ini, kau tidak bisa melakukan apapun tanpa arahanku, nanti pak Boss akan memberikan arahan padaku lalu nanti aku akan sampaikan padamu." Selena sedikit terkejut tapi dia langsung paham. "Baik, Bu Vey." "Hei! tidak sopan! panggil aku madam Vey, understand?!" "Oh iya maaf, maksudku, baik madam." "Bagus! kau cepat mengerti, tapi kau jangan seperti jalang-jalang sebelumnya, mereka sangat sombong dan tinggi hati, kau hanya jalang sementara di sini, ingat! hanya sementara!" "Jalang-jalang sebelumnya?" Selena bertanya sambil mengerutkan dahi. "Kau benar-benar polos ternyata! kau kira baru kau jalang yang di pilih Pak Boss?! kau sudah wanita ke-sembilan yang Pak Boss pilih!" "Ya tapi kau cukup beruntung sih, kau melakukan banyak tes bukan untuk dipilih oleh Pak Boss? jadi lakukan service terbaikmu." "Nickolas sudah tidur dengan banyak wanita" Selena nampak sangat terkejut dan bergumam sendiri. "Hey! kau memang tidak sopan! jangan langsung menyebut nama Boss seperti itu! panggil dia "Tuan"." Selena tersadar dan langsung menganggukkan kepala. "Boss sedang perjalanan bisnis satu minggu, ya selama itu kau harus menunggu Boss, gunakan waktu itu untuk mengurus tubuhmu, understand?!" "Siap, Madam." Vey lalu meninggalkan Selena. Selena terdiam di depan pintu. Dia semakin yakin jika Nickolas ini memang bukan Nickolas yang dia kenal. *** "Santai saja Boss!" Nickolas langsung menatap tajam pada David orang kepercayaan sekaligus sahabatnya itu. "Aku jadi semakin penasaran dengan gadis itu." David berbicara lagi, namun kali ini Nickolas tidak mendengarnya dan melanjutkan perkerjaannya memeriksa dan menandatangani dokumen. "Apa dia sangat cantik? berbadan aduhai? kau bahkan ingin cepat menemuinya, Boss." David memang sangat dekat dengan Nickolas, dia tidak segan berbicara frontal di depannya. David duduk santai di ruangan Boss nya itu, sambil menuangkan minuman herbal mewah ke dalam gelas. "Apa dia spek dewi? Boss bahkan baru mencicipinya sedikit tapi begitu langsung kecanduan." ucap David sambil meminum minumannya. "Aku bahkan belum menyentuhnya." Byur! David sampai tersedak mendengar jawaban Nickolas. "Belum menyentuhnya? Boss belum mencicipinya dimobil?!" Nickolas menggeleng. "Amazing! apa kau benar Nickolas sahabatku? apa itu kau?!" Nickolas hanya mendengus mendengar ucapan nyeleneh David itu. "Mungkin karena aku belum menyentuhnya jadi aku ya-" Nickolas berhenti sejenak. "Sedikit penasaran hingga sangat ingin bertemu dengannya." "Baiklah, masuk diakal! Boss penasaran padanya." "Mungkin." David mengucapkannya dalam hati, dia merasa kali ini berbeda, gadis itu pasti sangat spesial bukan gadis biasa. "Tapi bukan berarti Boss belum melihat tubuhnya bukan! Boss pasti langsung tergiur karena tubuhnya yang sangat sexy saat tes." Nickolas menghentikan sejenak dari aktivitas mengecek dokumen dan menatap David. "Aku bahkan tidak mengetes apapun, aku langsung memilihnya." David sangat terkejut, ini memang bukan seperti Nickolas sahabatnya, maksudnya Nickolas yang sekarang setidaknya bukan Nickolas 10 tahun lalu yang hanya mencintai satu wanita di hidupnya. "Oke! aku akan bantu Boss menyelesaikan pekerjaan ini secepat mungkin." Dia semakin penasaran. David meletakan gelasnya dan mulai beranjak dari kursinya dan menuju meja kerja Nicholas. Nickolas hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu. Dan David dengan cekatan langsung memeriksa dokumen dengan sangat hati-hati dan teliti. *** "Dimana dia?!" Vey bertanya dengan nada sedikit marah. "Tadi dia bilang hanya ingin berjalan-jalan disekitar kastil." jawab salah satu bawahannya. "Sialan! bahkan dia tidak membawa ponsel yang aku berikan padanya." "Cari gadis itu!" "Baik, madam." "Selena! gadis itu benar-benar." "Boss akan segera sampai, dia bahkan belum bersiap-siap." Vallery terlihat cemas karena ada informasi Sang Boss tengah di perjalanan menuju kastil, perjalanan bisnisnya ternyata lebih cepat dari dugaannya. Dan ini di luar prediksinya. Sementara itu Selena sedang berada di balkon kastil lantai 3, disana memang tempat paling nyaman dan paling indah, dia bisa melihat pemandangan hijau yang luas. Setidaknya dia tahu dia dimana, dia di kastil megah di tengah hutan, meskipun entah dimana itu. Selena menarik nafasnya dengan sangat kuat, tugas ayahnya kali ini begitu berat baginya entah kenapa tapi dia merasa sesak di dalam dadanya. Dia mengisap dagola sambil melamun. Selena terus melamun dia membayangkan kehidupan yang sekarang, dia menjadi wanita yang kuat, tangguh dan tentunya kaya raya, namun jauh di dalam hatinya dia tidak benar-benar merasa bahagia. Dia tidak menyadari seseorang melangkah mendekati dirinya. "LO!" Suara familiar terdengar cukup keras di telinga Selena. Dia menoleh dan terdiam, seseorang yang sangat dia kenali berada di depannya menatap dengan tatapan tidak percaya. Selena hanya mendengus. Pria itu mendekatinya dengan senyuman yang terlihat senang. "Pantas saja." "Apa yang Lo bicarakan, David? kita sudah lama tidak bertemu." Pria yang ternyata David itu tersenyum lagi. "Ini akan sangat menarik, Lo kembali hadir di kehidupan Boss, dan ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler." "Lo masih aja banyak bicara ya, Vid." Selena tersenyum remeh. "Lo dipilih Boss tanpa tes, bagi Lo mungkin hal yang biasa tapi bagi gue ini sesuatu yang mustahil, Selena." Selena kebingungan dan mengerutkan dahinya. David memegang kedua pundak Selena. "Lo datang di saat yang tepat, Selena, Bos butuh cahaya dan Lo datang! Lo adalah cahaya Boss, Selena!" "Apaan sih Lo!" Selena menepis kedua tangan David dari pundaknya. "Gue mencari lo selama ini, Selena, gue hampir frustasi." "Lo mencari gue?!" "Dia bahkan udah ngelupain gue! dia udah nggak ngenalin gue, David!" David terdiam sejenak. Dengan penuh keseriusan dia memandang Selena. "Boss bukan melupakan Lo, Sel, dia hanya tidak mengingat Lo." ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN