Part 33

1601 Kata

Beberapa hari kemudian Pagi ini Fadlan mengajak istri dan anak tirinya mengunjungi Perusahaan menantunya, Hafiz. Mereka menjalin kerja sama, karena itu sering bertemu untuk membicarakan beberapa hal Bisnis. Zakia tidak berhenti berdecak kagum melihat sekeliling Perusahaan Hafiz. Laki-laki itu bukan hanya tampan, melainkan juga kaya raya. Rasa penyesalan kembali hadir dalam dirinya. Jika waktu itu Hafiz menikah dengannya semua ini pasti menjadi miliknya. “Apapun yang terjadi Kak Hafiz harus kembali padaku.” ucap Zakia dalam hati “Ayah, kita menunggu Hafiz di mana?” tanya Zulfa “Seperti biasa Ma, kita tunggu Hafiz di ruangannya.” Zulfa mengangguk mengerti. Mendengar jawaban Ayahnya membuat Zakia semakin bahagia. Ia merasa seperti nyonya di Perusahaan ini. *** Hafiz mengemudikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN