Sejak tadi Syifa hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Ia sama sekali tidak mengerti pembahasan mereka. Otaknya masih belum sampai, apalagi ia tidak mengambil Jurusan Bisnis. Di saat fokus mendengarkan tiba-tiba ia merasakan elusan lembut di kakinya. Ia sempat terkejut namun setelahnya kembali rileks setelah tahu siapa pelakunya. Siapa lagi jika bukan Hafiz pelakunya! “Kak, tangannya diam aja!” ujar Syifa dengan nada berbisik “Sstt.. jangan berisik!” padahal Hafiz yang membuat Syifa berisik. Sejak tadi Syifa diam namun gerakan tangan Hafiz yang membuat fokusnya hilang. Lama-kelamaan tangan Hafiz bergerak sesukanya, hal itu membuat Syifa merasa tidak nyaman. Ia takut ada yang melihat apa yang dilakukan suaminya. Syifa menahan tangan Hafiz di bawah meja. Ia melayangkan tatapa

