Part 22

1333 Kata

Cup Hafiz mencium kening Syifa cukup lama. Dengan hal itu ia seolah menyampaikan rasa terima kasih padanya. Cup Dan sekarang Hafiz beralih mencium kedua pipi istrinya. Setelahnya ke area hidung, dagu, dan yang terakhir bibir merah alami milik istrinya. Cup “Uumhh..” Hafiz melakukannya dengan lembut agar tudak menyakiti Syifa. Kedua tangan wanita itu mengalung indah di leher suaminya. Suara decapan lembut mulai memenuhi ruangan tersebut. Bahkan Hafiz dan Syifa terlihat sangat menikmati. Brugh “Sshh..” tubuh keduanya jatuh di atas tempat tidur dengan posisi Hafiz menindih tubuh Syifa. “Kak…” Jemari kekar Hafiz membuka satu per satu kancing baju yang dikenakan istrinya. Dalam satu tarikan ia langsung membuangnya ke lantai. Hafiz begitu mudah saat melakukannya. Ia sudah mulai t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN