Hafiz tersenyum penuh arti. Dan… “Aahh..” Syifa mencengkram punggung Hafiz saat keduanya menyatu dengan sempurna. “Huhh..” baru dimulai nafasnya sudah terengah. Hafiz tersenyum. Ia terdiam untuk mengambil nafas sejenak. d**a keduanya bergemuruh hebat. “Saya boleh bergerak?” bisiknya dengan lembut Syifa mengangguk pelan. “Bergeraklah, Kak!” Hafiz mulai bergerak setelah mendapat izin dari istrinya. Ia menggenggam kedua tangan Syifa dan terus bergerak. Lama-kelamaan gerakan Hafiz bertambah cepat dan sedikit kasar. Hal itu membuat tubuh Syifa terhentak ke belakang. “Owhh..” “Kak Hafiz!” “Sshh..” Syifa mulai meracau memanggil nama suaminya. “Terus panggil nama saya, Syifa!” “Aakkhh..” Syifa sedikit kuwalahan karena gerakan cepat dari suaminya. Cukup sulit untuk mengimbangin

