Syifa terdiam sejenak. Ia menatap wajah suaminya lekat. Entah apa yang ia tunggu namun merasa ragu saat ingin melakukannya. Hafiz mengerutkan kening karena tidak kunjung merasakan apapun. “Syifa, kamu masih ada di sini kan?” tanya Hafiz masih dengan posisi mata terpejam. “Iya, Kak. Syifa masih ada di sini kok.” “Kok saya nggak merasakan apapun?!” Syifa memutar bola matanya malas. Jika ia tidak memenuhi permintaan Hafiz laki-laki itu akan terus menagihnya. “Sabar, Kak!” “Cepetan! Saya udah nungguin ini.” “Huft..” Syifa menghela nafas. Tiba-tiba terbesit sebuah ide di kepala Syifa. Ia tersenyum smirk dan akan menjalankan ide yang ada di kepalanya. “Sepertinya Kak Hafiz akan berteriak jika aku melakukan hal ini.” ucapnya dalam hati “Satu…” Hafiz mulai menghitung karena Syifa t

