“s**t!” umpat Hafiz dalam hati “Kenapa tiba-tiba ada Ayah dan Mama di sini?” Fadlan menahan senyum melihat apa yang dilakukan putri dan menantunya barusan. Beliau tidak marah, justru terlihat senang karena pertanda rumah tangga Hafiz dan Syifa sedang berbahagia. “Ekhm.” dehem Hafiz untuk menghilangkan rasa gugupnya. “A-ayah, Mama, kalian sejak kapan datang?” Hafiz tersenyum canggung ke arah Ayah dan Ibu mertuanya. “Nggak papa. Nggak usah gugup gitu.” ujar Fadlan. Beliau tahu apa yang dipikirkan menantunya itu. Hafiz menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sudah pasti ia merasa malu sekaligus canggung dengan Orang Tuanya. Namun berbeda dengan respon Zulfa. Wanita itu terlihat kesal. Dadanya bergemuruh hebat menahan amarah. Beliau dengan jelas melihat apa yang dilakukan Hafiz dan

