Entah kenapa rasanya Kenz tidak mampu membalas di setiap kalimat Ara, karena setiap perkataan Ara sudah berhasil membungkam mulutnya, tidak mampu membalas setiap perkataan Ara karena memang itulah kebenarannya, dirinya sudah memiliki tunangan, tapi masih mencoba menahan Ara disisinya. "Jangan coba-coba mempengaruhi pikiran Kenz, karena sampai kapanpun, Kenz akan tetap menjadi milikku." Ujar Andin dengan lantangnya, sambil melangkah mendekati dimana Kenz dan Ara berada. Kenz yang melihat keberadaan Andin langsung berdiri, dengan raut wajah penuh kemarahan. "Inilah Om, inilah alasannya kenapa aku memilih menyerah, itu karena Tante Andin. Percuma saja aku bersama Om Kenz, kalau nyawa ayah masih terancam." Ujar Ara dengan nada yang mulai terdengar dingin di telinga Kenz, membuat Kenz langsu