“Kita pernah melakukan itu, harusnya gak salah kalau kita ulangi lagi. Toh gue juga akan bertanggung jawab.” Kaisar membuang segala pikiran jernihnya. Tidak, saat ini pikirannya sudah terlalu kotor untuk diajak menjadi anak baik. Seperti yang selama ini ia lakukan demi mengimbangi kenakalan kembarannya, King. Kaisar menunduk, menyatukan bibirnya dengan milik Mala yang menganga lebar. Itu juga yang membuat ia memiliki kesempatan untuk menjelajahi organ mulut bagian dalam calon istrinya itu. Mala ingin melawan, tapi posisinya sama sekali tak bisa bergerak. Mulai dari perut hingga ujung kaki ditindih oleh Kaisar. Tangannya juga ditahan Kaisar ke atas kepala. Benar-benar tak bisa berkutik. Tentu saja Kaisar tak akan puas hanya dengan bibir, karena miliknya itu sudah mulai turun ke leher,

