“Iv itu siapa? Apa dia pacar kamu?” Kaisar menatap tajam pada Mala. “Dari mana lo tahu nama itu?” Mala berusaha untuk bersikap biasa saja. “Tadi lo sendiri yang nyebut namanya.” Tangannya tetap mencuci piring dengan pikiran yang terus berteriak. Meminta Kaisar segera menjawabnya. “Kapan?” Mala kesal, bukan jawaban malah pertanyaan lain yang muncul. Piring di tangannya ia hempaskan ke westafel, berbenturan dengan alat makan lainnya. Berbalik, kemudian menatap Kaisar sinis. Kebetulan yang ditatap langsung menyambutnya. “Ternyata lo itu manusia yang gak punya hati ya? Nidurin gue tapi nyebut nama perempuan lain. Sekarang lo malah pura-pura lupa?” Kening Kaisar berkerut. Alisnya keriting, menunjukkan bila ia sedang berpikir keras. Dan yah, ia baru ingat. Mungkin lebih tepat bila disebu

