Kaisar dan Ivy saling menatap. Tangan mereka berdua pun masih saling bertautan. Meski di sisi kanan dan kiri mereka ada pasangan masing-masing. "Kamu cantik, Iv." Kalimat pujian itu yang keluar dari bibir Kaisar setelah beberapa waktu hening sejak tangannya menyentuh Ivy. "Terima kasih, Bang. Aku gak nyangka kalau..." "Aku datang, buat mastiin kamu bahagia," sahut Kaisar penuh dusta. Membuat Mala berdecih karena ia tahu betapa nelangsa wajah Kaisar saat Ivy dan Bravino mengikat janji suci mereka. "Iya, Bang." Ivy berusaha tersenyum meski sebenarnya ia merasa aneh dengan tangannya yang masih digenggam Kaisar. Ini adalah hari pernikahannya, ia tak ingin ada masalah meski ia masih sangat merasa bersalah pada Kaisar. "Selamat ya, Vy." Untung saja ada King. Ia juga menjadi salah satu

