"Gue menikahi lo untuk bertanggungjawab sama lo, tapi gak untuk seumur hidup. Malam itu gue gak pakai pengaman, dan bisa aja sekarang Lo hamil. Gue akan bertanggung jawab sama anak itu sampai dia bisa hidup mandiri. Sedangkan sama Lo, gue gak cinta sama lo. Lo juga gak cinta sama gue, jadi apa yang malam itu kita lakukan kita pertanggung jawabkan sampai pernikahan saja." Mala menatap Kaisar dalam-dalam. Kalimat panjang yang baru saja lelaki itu katakan terdengar seperti ultimatum. Bagai vonis mati yang harus ia terima setelah melakukan kejahatan besar. "Kalau gue gak hamil?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Mala. "Gue akan tetap nikahin lo, karena biar gimanapun gue yang merusak lo. Keluarga gue dan keluarga lo tahunya juga kita akan menikah. Kita jalanin aja pernikahan it

