“Cuma itu aja?” Mala mengangguk. Ia merasa sudah cukup dengan satu travel bag yang ia pegang saat ini. Lagipula barang-barangnya tak banyak, meski ini adalah rumah Ayahnya. Sejak memiliki ibu tiri, ia seperti anak pungut di rumahnya sendiri. “Ya udah. Sini.” Kaisar bermaksud mengambil bawaan Mala, tapi ditolak. “Gak apa-apa. Gue bisa kok.” “Yakin?” Mala mengangguk. Kaisar jadi memutar tubuh, berjalan keluar kamar lebih dulu dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana. Sementara Berlian, King juga Maria bersama para anak buahnya sedang menunggu di bawah. Tempat Mala dianiaya tadi. “Udah?” tanya Berlian kemudian berdiri saat melihat Kaisar dan Mala sudah berada di ujung tangga. “Hmm.” Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Kaisar. Ingat, ia memang bukan orang yang

