94. Keputusan Kaisar

1201 Kata

“Di kampus belajar yang benar. Jangan lari-larian dari pengawal.” Begitulah isi petuah Ryan kepada anak bungsunya yang bernama Mutiara. Ryan beserta istri juga anak-anaknya duduk di meja makan untuk sarapan. Setelah selesai pun mereka belum ada yang angkat kaki, karena ada pembicaraan yang mesti diselesaikan para orang dewasa. “Iya, Papa Sayang. Emang Ara ini ke kampus mau nagapain lagi selain belajar?” Mama Annie langsung menyambar. “Pacaran kali. Soalnya Om Toni bilang kamu belakangan ini suka kabur-kaburan. Hilang beberapa jam terus muncuk lagi di kampus.” Mutiara hanya terkekeh, lalu gentian mengecup pipi Mamanya. “Iya nggak lagi kok, Ma. Kemarin juga itu bukan pacaran, tapi nyamperin temen yang abis digodain sama preman kampus. Gak jelas emang tuh.” Papa, Mama juga kakak-kakak Mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN