Kaisar menatap langit malam yang kelam. Langit sepi yang mendung, tak ada bintang yang menghiasnya. Bahkan bulan hanya sekedar mengintip dari balik awan tebal. Seolah enggan untuk menunjukkan diri. Kembali malam ini Kaisar ditemani minuman berwana coklat. Meski saat ini ia memilih untuk menikmati minuman haram tersebut di balkon kamar yang berada di rumah orang tuaanya saja. Sang Mama memintanya untuk pulang ke rumah. Malam ini pikirannya bukan terpusat pada Ivy, wanita yang kabarnya akan menikah minggu depan. Yang ada di kepalanya saat ini adalah wanita lain. Kemala. Wanita asing yang belum sempat ia kenali sebagaimana mestinya. Karena malam itu kulit dan anggota tubuh mereka yang lain lah yang lebih sibuk saling berkenalan. Permintaan yang terkesan sangat mengemis tadi siang membuat

