92. Tolong

1079 Kata

"Morning, Baby." Senyum Ivy terkembang lebar meski matanya belum terbuka sempurna. Bagaimana tidak? Setelah semalam suntuk dirinya digempur habis, gempuran yang mengantarkan dirinya berkali-kali ke surga dunia, kini ia mendapatkan kecupan mesra dari sang pujaan hati. But, no! Kecupan itu mulai bergulir, dari kening, pelipis, hidung sekarang bibir. Ditambah ada tangan yang mulai bergerilya dari atas ke bawah, atas lagi, bawah lagi. "Mmmpphh." Ivy berusaha mendorong tubuh Bravino yang besarnya gak ketulungan itu. Apalagi kalau dibandingkan dengan tubuhnya sendiri. Asli, tubuhnya tenggelam setelah dikungkung seperti sekarang. Untung saja Bravino masih mau melepas bibirnya. "Kenapa sih, Beb?" Awalnya memang hanya kecupan mesra penyambut pagi karena tidur Ivy yang sangat nyenyak membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN