Matahari bersinar terang, menembus celah tirai yang tak tertutup rapat. Hari sudah cukup siang rupanya. Pening segera menghuni kepala Kaisar saat ia terjaga. "Akh!" Erangnya sembari meremas rambut. Tapi mengapa rambutnya panjang? Matanya terbelalak. Ada orang lain di ranjangnya, ia tak sendiri. Kaisar menelan ludahnya. Rambut yang ia pegang adalah rambut wanita, tapi siapa? Dengan sangat perlahan Kaisar menyibak rambut yang menutupi wajah wanita itu. Hidung mancung, bibir merah muda juga bulu mata yang lentik menyapanya. Tak hanya itu, beberapa bagian tubuh yang tampak mulus juga putih, cukup menggairahkan di pagi ini ... Membuat yang biasanya auto terbangun di pagi hari jadi malah tambah bersemangat. Kaisar mengutuk dirinya sendiri. Sempat-sempatnya ia berpikiran kotor. "Siapa d

