101. Tawaran Menarik

1030 Kata

Mala menatap heran pada Kaisar yang ikut masuk ke apartemen. Ingin bertanya, tapi ia ingat bila apart ini adalah milik Kaisar. Tak enak hati bertanya, tapi diam pun membuatnya gelisah. Takut terjadi hal yang iya-iya. Bukan tak mau mengulang adegan dewasa itu lagi, tapi rasanya ia agak trauma. Dua kali ditiduri, dan dua kali juga bukan namanya yang disebut saat sesi percintaan mereka selesai. Seolah-olah tubuh Mala yang diobrak-abrik tapi hanya sebagai pengganti. Memang mereka tak punya perasaan apapun, kecuali kadung nafsu yang tak tertahankan. Tapi hari ini Mala terlalu lelah. Bukan lelah karena makan malam di rumah calon suaminya. Di sana ia tak perlu mencari muka alias jadi babu untuk mencuri perhatian keluarga Kaisar. Yah, setidaknya itu yang Mala tahu dari beberapa cerita pen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN