Part 151

1869 Kata

Bella duduk di sebuah bangku kayu dengan tangan terikat dan mulut di lakban. Bau tidak enak di sekelilingnya membuat Bella pusing dan rasanya ingin muntah saat ini. Apalagi melihat Rafael dan Jesika bersetubuh di depannya membuat jiwa Bella ingin membunuh keduanya saat ini! “Well anaknya Raisa sudah bangun,” kata Jesika merapihkan pakaiannya. Dia berjalan angkuh mendekati Bella membuat Bella menatapnya penuh kebencian. “Aku ingin berdongeng untuk anak kesayangan Raisa ini. Apakah aku boleh melakukannya, Sayang?” tanya Jesika yang di angguki oleh Rafael. Bahkan lelaki itu seakan sosok asing di mata Bella saat ini. “Pada zaman kita di senior high school ada perempuan cantik bersekolah di Starlight School. Katanya perempuan ini sangat mirip denganku. Awalnya aku pikir aku adalah anak yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN