Rasanya pagi itu datang lebih ekspres dari yang biasa. Habis subuh Huma langsung menyetrika pakaian Rajen, kemudian dia gantung di lemari. Setelahnya, Huma buatkan sarapan. Yang gampang saja—telur dadar. Sementara, Rajen sudah mulai mandi. Huma bangunkan Bara yang masih lelap. Anak itu mengerjap-ngerjap mengumpulkan nyawa. Sambil menunggu Bara siuman sempurna, Huma bereskan alas tidur Rajen semalam. Jujur, kalau dibandingkan dengan sosok Rajen yang dulu, perubahannya benar-benar 180 derajat. Ya, kalian pikir saja. Rajen versi dulu mana mau tidur di—gelar kasur lantai. Dia punya kasur standarnya sendiri dengan keempukan yang maksimal. Tapi semalam, Rajen sampai memilih tidur di sana. Seolah sudah bagian dari dunianya. Huma mengulas senyum tipis ketika mengingat hal itu. Rasanya masih

