61. Kericuhan

1565 Kata

Hukma memasuki kelas dua belas A dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Seperti biasa ia akan semangat dalam mengajar murid-muridnya.”Selamat pagi, anak-anak,” sapa Hukma dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya. Senyuman Hukma sangat manis, pantas saja Bayu diabetes kalau disenyumin Hukma lama-lama. Hukma bejalan menuju meja guru, tetapi suara dari salah satu muridnya menghentikannya. “Bu Hukma, berhenti!” ujar Elo membuat Hukma menghentikan jalannya. “Ada apa, Elo?” tanya Hukma. “Mundur dikit, Bu. Cantiknya ketinggalan,” kata Elo yang langsung mendapat sorakan dari seisi kelas. “Cieee Elo,” suara sorakan-sorakan menggoda terdengar nyaring diiringi suitan dari murid laki-laki. Bahkan ada yang memukul meja dengan heboh. Hukma hanya menggelengkan kepalanya mendengar godaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN