Sudah dua puluh empat tahun Hukma hidup, baru kali ini ia merasa sengsara. Hukma terlahir dari keluarga berada, meski pernah merasakan jatuh bangun karena usaha papanya mengalami penurunan, tetapi papanya selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Hukma juga sangat berbakti pada mamanya, saat mamanya mengatakan A, Hukma akan melakukannya. Namun, Hukma tidak tahu balasan dari perbuatannya yang mana yang membuatnya tidak diterima baik oleh murid-murid yang sedang ia ajar. Ia masih guru magang dan ia akui ia belum bisa membuat mereka nyaman dengannya. Namun perlakuan mereka hari ini sangat keterlaluan. Hujan turun dengan sangat deras, Hukma berteduh di halte Bus untuk menunggu kekasihnya. Bayu mengatakan akan menjemputnya tepat waktu. Hukma memeluk tubuhnya sendiri yang terasa san