Edzard mengantarkan Adreanne hingga di teras depan rumah. Keadaan rumah di dalam bisa dikatakan sepi, tapi dari luar sudah terlihat mobil Tika dan juga Damien. “Kalau begitu aku pulang dulu, ya,” pamit Edzard. Lelaki itu menatap Adreanne dengan sorot enggan untuk pergi meninggalkan rumah ini. Tetapi ia harus segera kembali, tidak bisa ditunda. Adreanne mengangguk dan tersenyum. “Iya, terimakasih Ed!” “Ponselmu sudah kan? Tidak ada berang yang tertinggal?” tanya Edzard memastikan seraya menatap tas di tangan Adreanne. Adreanne menatap tas kecil milik Edrea yang ia pinjam di tangannya. Semua barang-barangnya sudah ada di sana, termasuk ponsel dan baju-bajunya. “Sudah semua, Ed. Terimakasih sekali lagi, aku tidak sabar untuk bertemu Ayah selanjutnya,” ucapnya semangat. Edzard terkekeh k

