Adreanne mengajak Edzard pulang ke rumahnya. Karena tidak ingin berdua saja, ia juga membawa Ellea. Sedangkan Ilnox masih berada di cafe bersama sang bunda. “Jadi, apa yang ingin kamu beritahu padaku?” tanya Edzard tidak sabaran. Adreanne melirik ke arah Ellea. “El, bisakah kau tinggalkan kami dulu?” pintanya. Tanpa protes Ellea mengangguk patuh. “Baiklah, jika butuh sesuatu panggil saja aku. Aku ada di atas.” Adreanne tersenyum dan mengangguk. Ellea mengayunkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Adreanne dan dirinya. Sepeninggalan Ellea, perasaan gugup melanda diri Adreanne. Ia begitu penasaran dan sedikit takut jika nanti respon Edzard mengecewakan. Adreanne menenangkan dirinya sejenak lalu menatap Edzard dengan serius. “Beberapa bulan lalu, ada hal yang tidak terduga terjadi pad

