Sejak tadi pagi, Dewa selalu merasa gelisah sejak dari pria itu membuka mata sampai sekarang, pukul enam sore. Entah apa yang sedang terjadi padanya, tetapi yang jelas Dewa selalu merasa hatinya nggak menemukan ketenangan sedari tadi. Bahkan pria itu hanya mampu memejamkan matanya selama satu jam tadi malam sebelum terbangun karena mimpi yang mengerikan di alam bawah sadarnya. Alisha pergi selamanya dan mereka nggak bisa bertemu lagi. Mimpi itu terasa nyata sampai-sampai Dewa harus menampar pipi beberapa kali untuk membuatnya kembali pada kenyataan. Pria berusia tiga puluh tahun itu duduk di pinggir tempat tidur dengan kaki yang menapak di atas ubin keramik kamarnya sambil melirik sekilas pada jam yang tertempel di dinding kamar. Tangan Dewa mengusap wajahnya sambil menghela napas lelah

