Dewa meringis pelan ketika luka-luka di wajahnya terkena oleh cairan antiseptik yang berguna untuk mencegah infeksi. Setelah luka-luka tubuhnya dibalut dengan kain kasa oleh Pak Bayu--pria setengah baya yang menolongnya tadi, kini giliran wajah Dewa-lah yang menjadi sasaran kepedihan akibat dari cairan antiseptik berwarna cokelat. "Lukanya lumayan parah loh, Nak," ujar Pak Bayu yang tampak telaten menangani luka di wajah Dewa. "Masalahnya apa? Kok sampai bisa babak belur begini? Tawuran, ya?" "Nggak, Pak, bukan tawuran," jawab Dewa dengan gumaman. Meskipun hanya sekadar gerakan mulut kecil seperti gumaman saja, Dewa sudah meringis kesakitan. "Saya dikeroyok gara-gara selamatin teman sekelas saya yang mau dijebak untuk dilecehkan," lanjut lelaki itu menjelaskan. "Aduh ... jahat banget me

