Ponsel yang ada di dalam tasku tiba-tiba berdering. Saat ini aku sedang berada di dalam mobil dan hendak menuju ke kampus untuk menemui Pak Son sesuai dengan perintah pria itu dua hari yang lalu. "Halo?" sapa Mas Dewa di seberang sana. Ya, penelepon tadi adalah suamiku. "Ha—" Ucapanku tertahan di ujung lidah karena Mas Dewa sudah lebih dulu memotongnya. "Kamu mau ke mana? Kenapa nggak bilang-bilang mau keluar rumah?" berondong Mas Dewa dengan pertanyaannya. "Mau ke kampus," jawabku singkat. "Tadi aku 'kan udah bilang sama kamu waktu sarapan," lanjutku menyanggah. Pasti Pak Amrin yang kasih laporan ke Mas Dewa, batinku menerka di dalam hati. "Mana ada!" bantah Mas Dewa. "Ada, Mas ...," balasku kekeuh. Jelas-jelas tadi pagi saat menghidangkan sarapan di atas meja, aku sudah memberi

