Sudah puluhan menit berlalu sejak aku membaca isi amplop yang disodorkan oleh Pak Son tadi, kini aku sedang berada di dalam mobil yang disupiri oleh Pak Amrin, tetapi kalimat-kalimat yang aku baca tadi tetap menempel di benak tanpa mau meluntur sedikit pun, meskipun aku sudah berusaha mengenyahkannya. Namun, usahaku itu sia-sia saja dan nggak membuahkan hasil apapun, yang ada malah semakin melekan dan terpatri di dalam pikiranku. Saat ini aku sedang dalam perjalanan untuk menuju ke rumah mertuaku dan hendak menjemput Laquinna di sana. Aku termenung selama perjalanan dengan mata yang menerawang ke luar jendela untuk menatap kendaraan yang melewati maupun dilewati oleh mobil yang sedang aku tumpangi ini. Terlebih lagi rintik hujan yang mulai jatuh membasahi Bumi Pertiwi ini membuat perasa

