"Kenapa kepala Quinn bisa memar?" tanya Mas Dewa seraya melayangkan tatapan tajamnya. Kalau-kalau hanya dengan tatapan saja sudah bisa menyakiti seseorang, mungkin saat ini aku sudah tersayat-sayat karena saking tajamnya tatapan yang dilayangkan oleh pria itu. "Kejedot sudut meja dapur," jawabku sembari meraih handuk dari gantungannya. "Kamu ini gimana, sih?" balas Mas Dewa bertanya. "Kenapa bisa kejedot? Cuma jaga anak aja nggak teliti banget," lanjut pria itu. Ucapan yang dilontarkan oleh Mas Dewa sukses membuat langkahku yang hendak masuk ke kamar mandi menjadi urung. "Loh ... memangnya kalau Quinn kejedot itu salah aku?" tanyaku dengan nada ketidakpercayaan yang kentara di dalam kalimat tersebut. "Ya, iyalah. Memang udah tugas ibu untuk menjaga anak, 'kan?" Mas Dewa balas

