Hari ini adalah Hari Senin dan aku sedang dalam perjalanan menuju ke kampus untuk melakukan hal yang aku ucapkan pada Gratia dua hari yang lalu, yaitu meminta tanda tangan dari pembimbing akademikku untuk menyetujui kartu rencana studiku yang sudah dipaketkan oleh pihak akademik. Setelah mengonfirmasi maksud dan tujuanku dengan Pak Son, akhirnya aku disuruh datang pukul sebelas siang. Aku bersorak gembira ketika mendapatkan jadwal di waktu seperti itu sehingga aku memiliki alasan agar Mas Dewa nggak mengantarkanku ke kampus dan sebagai upaya menghindari pria itu karena aku masih belum ingin berbaikan dengannya. Aku menitipkan Laquinna di rumah ibu mertuaku tadi sebelum menuju ke kampus. Sebenarnya berniat ingin meninggalkan gadis itu di rumah saja bersama Bik Tanti, tapi karena takut te

