Keadaan Laquinna sudah jauh berbeda dengan saat dirinya baru pulang dari sekolah tadi. Kini gadis itu sudah bertukar pakaian menjadi pakaian rumahan dengan aroma wangi dan segar yang menguar dari tubuhnya. “Loh ... udah mandi?” tanyaku heran. Pasalnya, gadis itu masih belum terlalu mahir memandikan dirinya sendiri. Biasanya, jika Laquinna mandi sendiri, pasti aku akan membantunya di akhir karena masih ada beberapa bagian tubuhnya yang menyisakan busa sabun. “Dibantuin Bibik, ya?” tanyaku melanjutkan. Laquinna menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Nggak. Quinn mandi sendiri, Bunda,” jawab gadis itu dengan cengirannya. “Wah, bersih nggak mandinya? Masih ada sabun yang lengket di badan nggak?” tanyaku lagi. “Udah bersih kok. Tadi Quinn udah siram badannya pakai air yang banyak banget