Pak Bayu menggeleng kecil. Pria paruh baya itu nggak habis pikir dengan jalan pikiran putri angkatnya itu. Sedikit rasa sesal tiba-tiba datang menghampiri relung hatinya ketika mengingat berbagai perjuangan yang sudah ia lakukan untuk memenuhi keinginan putrinya. Pak Bayu bahkan rela menjual tanah hasil warisan orang tuanya di kampung demi memberangkatkan Ira ke Irlandia dan memberikan putrinya itu sejumlah uang agar bisa bertahan hidup di sana. Seingat Pak Bayu, Ira yang disayanginya sejak dulu adalah seorang gadis manis yang penurut. Namun, semuanya berubah ketika putri angkatnya itu pergi menuntut ilmu yang lebih tinggi ke Irlandia. Sikap Ira mulai perlahan berubah. Tutur kata nya juga nggak sopan dulu. Bahkan saat sang ibu meninggal, Ira nggak datang di pemakaman beliau dengan alasa

