Dewa benar benar melaksanakan ucapannya. Pria itu baru saja kembali dari kafetaria dengan satu cup kopi yang berada di tangannya. Sementara itu, tangannya yang lain memutar kenop pintu ruangan 789 tanpa mengetuk terlebih dahulu karena Dewa kira kesadaran pria paruh baya yang berada di dalam sana belum kembali. Namun, ternyata perkiraan pria itu salah. Indera penglihatan Dewa menemukan sosok pria paruh baya yang berada di dalam ruangan itu sudah membuka matanya ketika kedua kakinya baru saja melangkah masuk ke dalam ruangan. Pria paruh baya di atas brankar itu berbaring lurus dengan pandangan yang menatap pada langit-langit ruangan. Dewa berjalan mendekat ke arah brankar yang berada di tengah ruangan. Ketika pria itu sudah berdiri di sisi tempat tidur rumah sakit itu, sosok yang terbaring

