Begitu Alisha bangkit dari posisi berjongkoknya di depan pintu ruang kerja Dewa, wanita muda itu lantas berjalan dengan langkah lesu menuju kamar yang biasa ditempati olehnya dan sang suami. Namun, sebelumnya, Alisha sudah lebih dulu mengambil tas ranselnya miliknya di dalam kamar tamu lalu memasukkan beberapa pakaiannya yang berada di dalam lemarinya dan Dewa. Alisha mengerjakan semua yang ingin dikerjakannya dengan cepat. Wanita itu tergesa-gesa memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam tas ransel, nggak peduli lagi dengan kerapian kain-kain itu di dalam sana, terlebih dalam keadaaan otaknya yang sedang kalut dan hati yang berdarah-darah seperti saat ini. Sebelum keluar dari kamar Dewa, Alisha berdiri sejenak di tengah ruangan kemudian memendarkan pandangannya untuk mengelilingi seluruh

