Author's Point of View Seorang pria berusia tiga puluh tahun dengan tato yang menutupi beberapa bagian tubuhnya tersentak di dalam tidurnya. Ya, pria bertato itu adalah Sadewa Airlangga. Posisi Dewa kini sudah berpindah menjadi duduk di atas tempat tidur sembari mengerang dengan tangan yang mengacak rambutnya sendiri, terlebih lagi ketika mengingat masalah yang baru saja memberondongnya tadi malam. Saat Dewa menolehkan kepalanya ke sebelah kanan, pria itu hanya menemukan kekosongan dengan permukaan tempat tidur yang dingin dan rapi, menandakan bahwa nggak ada yang menempati di sana tadi malam. Kini tatapan pria itu beralih pada jam yang menempel di dinding kamarnya. "Jam lima, ya ...," gumam Dewa sebelum bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menuju ke kamar mandi. Lagi-lagi, desaha

