Bad Ayah - Part 70b

2010 Kata

Tubuhku tersentak kecil ketika mendengar kalimat yang menggelegar itu memenuhi seluruh ruang tamu. Barang-barang bawaanku pun hampir meluncur jatuh ke bawah dan menubruk lantai keramik jika aku nggak refleks menahannya. Namun, teringat dengan pesan-pesan yang dikirimkan oleh Indira hari itu, membuat rasa takut yang sempat aku rasakan beberapa detik yang lalu, lenyap nggak bersisa sekarang. "Kenapa?" tanyaku santai sembari berjalan menuju dapur tanpa mengindahkan Mas Dewa terlalu serius. "Kenapa kamu tanya?" balas Mas Dewa bertanya. Pria itu juga mengikuti langkahku menuju ruang makan dari belakang. Aku nggak menjawab pertanyaan Mas Dewa, melainkan berbicara pada Bik Tanti. "Bik, itu plastik biru yang ada di meja, rujaknya Bik Tanti, ya. Tadi saya sekalian beliin buat Bibik,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN