"Kamu yakin nggak mau pesan apa-apa, Alisha?" tanya Pak Son ketika kami sudah menempati salah satu meja di pojokan kantin FIB yang tepat bersebelahan dengan fakultasku. "Nggak usah, Pak. Saya juga buru-buru setelah ini," jawabku menjelaskan pada Pak Son karena aku masih memiliki kelas terakhir sebelum perkuliahan hari ini berakhir. "Baiklah, kita mulai aja, ya," kata Pak Son memutuskan. "Sebelumnya saya mau berterima kasih sama kamu karena sudah bersedia meluangkan waktu untuk berbicara empat mata dengan saya di sini, terlepas dari peran saya sebagai pembimbing akademik kamu," lanjut pria itu. Namun, ada jeda sejenak sebelum Pak Son kembali melanjutkan ucapannya. "Berhubung kamu udah baca pesan yang saya kirim tadi malam, saya mau ulangi sekali lagi. Maksudnya, saya mau highlight kalau

