[58] Genta Marah

1133 Kata

"Susah, ya, kalian dibilangin?" "Tapi saya tidak ngapa-ngapain, Gen." "Berisik, lo. Lo pikir gue gak tau sebab mengapa rambut lo basah sekarang, hah?" Lena auto menoleh kepada rambut Pak Wili. Lho, iya. Dia baru sadar bahwa rambut beliau basah. Tapi memangnya kenapa kalau rambut Pak Wili basah? Kenyataannya, kan, tidak habis 'ngapa-ngapain'. "Terutama kamu, Len." Tatapan Genta alih tajam kepada adiknya. Lena menunduk. Dia tersadar bahwa dirinya bersalah. Memang Lena yang membuat suasana di ruang tamu rumah Pak Wili jadi suram seperti sekarang, tak tahu bila ada video call terhubung dengan Bang Genta di ponselnya. "Ngapain kamu duduk-duduk di pangkuan Wili? Mau ngerasain burungnya, iya?" Astagfirullah. "Genta!" tegur Wiliam. "Diem lo, Wil. Untuk saat ini Lena masih di bawah tanggun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN