Setelah puas melihat tiga pemuda itu pingsan, Sabrina melepaskan kursi yang ia pegang. Gadis itu kemudian meninju sudut bibirnya beberapa kali hingga akhirnya mengeluarkan darah. Tidak lupa untuk meletakkan beberapa titik darah di punggung tangan Bimo. Lalu Sabrina memberikan tamparan di pipinya hingga memerah. "Ah, kurang sempurna." Rambut gadis itu pun dibuka dan diacak-acaknya, tidak lupa untuk membuka beberapa kancing kemeja yang ia kenakan. Beruntung Sabrina selalu mengenakan pakaian dalam berbentuk seperti tanktop yang ia buka secara perlahan menggunakan tangan Bimo yang saat ini sudah tak sadarkan diri sebagai barang bukti nantinya. Baru setelah itu Sabrina menggeletakkan tubuhnya di dekat mereka dengan kursi yang ia gunakan tadi berada di dekatnya. Tak lama kemudian, pint