Bab 34

1653 Kata

"Abang, dari tadi Bunda perhatiin kok diem aja kenapa, Nak?" Khalisa menjatuhkan bokongnya pelan di sisi ranjang putranya, sejak pulang sekolah, Rega terlihat berbeda. Rega menundukkan kepalanya sampai beberapa detik dia tetap pada posisinya, sehingga membuat Khalisa semakin bingung, ada apa dengan putranya. Di tengah kebingungannya, Tiba-tiba Khalisa mendengar seperti suara orang menangis, dia menautkan kedua alisnya, suara itu berasal dari putra sulungnya. “Rega, kamu kenapa sayang, cerita sama Bunda, Nak." Khawatir dan cemas, sebab Rega tidak secengeng Regi, hanya hal sepele saja, tangisannya bisa mengguncang seluruh isi Mansion. Rega langsung memeluk Khalisa erat, anak laki-laki itu masih terisak, bahunya bergetar . “Bang.. " “Abang sayang Bunda, Abang tidak mau Bunda menangi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN