"Hiks ... hiks ... mereka semua jahat, Ma, Pa? Mereka semua tidak menyayangi Yasmin, sekarang Yasmin harus berbuat apa? Yasmin takut, hiks," ucap Yasmin cukup keras, saat mengadu di atas gundukan tanah basah Pak Baron dan Bu Silia. Ya, setelah Yasmin mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sepasang suami-istri, dan sepupunya. Ia hanya bisa lari ke makam kedua orang tuanya. Hanya di makam ini Yasmin bisa leluasa menjadi diri sendiri, dan merasa tidak takut akan ancaman sepupunya serta Om, Tantenya. "Seandainya di sini ada Kak Will, aku mungkin akan sedikit tenang. Tapi, aku tidak tahu di mana dia. Setelah malam itu, Kak Will pergi tanpa jejak dan aku sama sekali tidak tahu di mana keberadaannya," kata Yasmin lagi dengan suara cukup keras, hingga suaranya di dengar seseorang yang k