
Sejak dulu, Kana tahu satu hal yang tidak boleh ia lakukan yaitu jatuh cinta pada kakak iparnya sendiri.
Fahri adalah milik kakaknya.
Sedangkan Kana hanya bayangan yang berdiri terlalu dekat.
Ia diam dan perasaannya dipendam.
Ia tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.
Sampai malam itu, Fahri pulang dalam keadaan mabuk dan hati hancur karena proyek gagal, kerugian miliaran, dan alkohol mengaburkan batas benar dan salah.
Satu kesalahan terjadi. Mereka tidur bersama.
Ketika Fahri panik, merasa bersalah, ingin melupakan semuanya, Kana justru menatapnya dengan tenang memberikan tawaran gila.
“Kalau Kakak merasa bersalah… jadikan aku simpananmu.”
