Suara dering panggilan telepon dari ponsel yang tergeletak di sebelah mejanya membuat Seno yang tengah sibuk dengan pekerjaannya mau tak mau mengangkat panggilan tersebut. Padahal dia memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan saat ini juga. “Halo?” “Om tolong temui aku sekarang juga!” kata orang di seberang sana. “Reva?” Seno melihat layar ponselnya dan benar saja kalau gadis itu yang menghubunginya. “Iya, tolong datang segera! Aku akan kirim lokasinya.” “Tunggu, Reva! Saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya begitu saja. Saya sangat sibuk!” tolak Seno cepat. “Tolong datang segera, aku mau Om datang! Ini ulah Sabrina, om yang harus bertanggung jawab!” Seno makin tidak mengerti dengan ucapan Reva yang membawa-bawa nama putrinya. “Apa maksudnya dengan Sabrina? Apa